A Precious Girl ♉: Demokrasi, Pemimpin, dan Rakyat

Thursday, July 19, 2012

Demokrasi, Pemimpin, dan Rakyat

Hari ini hari terakhir MOS. Satu yang aku selalu kenang dari MOS ini adalah capek duduk di aula tuk mendengarkan penjelasan tentang pengenalan sekolah. Ada yang topiknya seru, ada juga yang bikin ngantuk. Haha tapi jujur raja, emang banyak yang seru kok :p

Oke langsung ke inti topik, jadi hari pertama MOS ada mbak dari DPRD Kota Yogyakarta yang mensosialisasikan tentang ‘Demokrasi’. Beliau membahas tentang makna demokrasi, perbandingan demokrasi Indonesia dengan Negara lain dan demokrasi dulu dan sekarang. Beliau memberikan presentasi yang dibubuhkan video. Video pertama menceritakan tentang seorang pemimpin yang mau berbagi untuk rakyat kecil, video kedua tentang sindiran tuk Negara ini, dan video ketiga tentang kesetiaan rakyat pada pemimpinnya.

(image source)

Cukup menarik sebenarnya video itu dan aku menyimpan ‘kesimpulan dan pendapat’ dalam hati dulu. Satu per satu temanku mulai bertanya tentang mengapa Indonesia tertinggal, bagaimana menjadi seorang pemimpin, sampai ada yang bertaya bagaimana caranya agar tidak mudah sombong saat menjadi pemimpin. Intinyaa, semua pada tanya. Nah, setelah aku sudah mantap memberikan pendapatku, temen-temen lain banyak yang angkat tangan dan mbaknya nggak liat ke arau yaitu di pojok kiri depan ._.v dan akhirnya waktu telah habis tanda aku nggak bisa menyampaikan pendapat ku .____.

Jadi, di sini aku mau memberitahukan pendapatku tentang demokrasi di Indonesia yang berhubungan dengan pemimpin dan rakyat. Lalu ingin menjawab pertanyaan mengapa Indonesia ‘tertinggal’ menurutpendapatku *hmm, sebenernya aku nggak setuju disebut tertinggal*. Oke mari baca opiniku :3

Menurutku, bila dibandingkan Negara hebat seperti Amerika, China, atau sebut saja yang paling dekat, Singapore. Mereka memiliki pemimpin-pemimpin yang ‘dipercayai penuh’ oleh rakyat. Selain itu, Negara tersebut juga memiliki ‘kekompakan’ antara pemerintah dan rakyatnya. Jadi, sebenarnya aku ingin menyimpulkan bahwa, negara kita ini bisa lebih maju lagi dengan Demokrasi-nya bila kita mau memberi kepercayaan penuh kepada pemerintah dan bisa kompak.

(image source)

Kepercayaan. Percaya disini maksudku adalah, kita harus mempercayai mereka bahwa mereka pasti bisa membangun negara. Atau contohnya, pemilihan ketua osis di sekolah. Murid-murid sekolah itu harus YAKIN dan PERCAYA bahwa calon ketua tersebut bisa memberikan yang terbaik untuk sekolahnya. Sehingga, calon ketua osis itu bisa memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk melakukan sesuatu tanpa ragu-ragu.

Beda halnya dengan calon ketua osis yang tidak bisa mendapatkan kepercayaan murid / temannya yang lain. Maka, ia akan merasa tidak ‘PD’ dan selalu ragu-ragu dalam melakukan sesuatu karna yang dipikirkannya hanyalah ‘Gimana kalau yang lain nggak suka dan nggak setuju? Gimana kalau aku nggak dapat dukungan? Gimana kalau ini bakal kacau? Gimana kalau aku dijauhin karna ini?’ *sedikitberlebihan:p*

(image source)

Kekompakan. Kompak antara pemimpin (pemerintah) dan yang dipimpin (rakyat) yang aku maksud adalah, rakyat mau menaati peraturan yang sudah dibuat pemerintah sehingga tak seenaknya sendiri. Simplenya, suatu sekolah ingin dijuluki ‘sekolah disiplin’ maka, kepala sekolah dan murid-murid harus bekerja sama agar bisa dijuluki sekolah disiplin. Misalnya guru membuat peraturan, murid melaksanakan. Jadi deh sekolah disiplin! :p

Beda sama sekolah yang mau dapat predikat disiplin juga, tapi guru membuat peraturan, muridnya males banget buat mematuhi. Atau, guru yang bikin peraturan semena-mena dan muridnya jadi bingung dan alhasil dapat predikat jelek *he? Haha ngerti belum?

Nah jadi intinya, menurutku, sebuah Negara demokrasi yang sedang berkembang seperti Indonesia ini akan bisa berkembang pesat apabila rakyat memberikan kepercayaan kepada pemerintah dan memiliki kekompakkan untuk ingin menjadikan Indonesia menjadi lebih baik.
TIPS : Ada baiknya kita membenahkan diri kita sendiri dahulu sebelum membenah orang lain, RT, RW, kecamatan, kelurahan, kabupaten, kota, provinsi, negara atau dunia :p haha tapi, thumbs up buat kalian yang peduli sama Negara ini dan mau berpikir positif untuk Negara tercinta kita ini ;) *applause for us :D*
hmm, tapi disini saya juga butuh beberapa pendapat anda :) karna saya sendiri juga belum terlau yakin apakah hanya ini saja atau ada yang lain? ada pendapat? :) trimakasih :B


Akhir kata, tulisan ini saya dedikasikan untuk SMA saya tercinta SMAN 8 YOGYAKARTA dengan nama keren DELAYOTA :3 haha. Suatu kebanggaan tersendiri bisa masuk ke salah satu SMA favorit di kota ku yang memiliki motto ‘Unggul dalam mutu, santun dalam perilaku, tiada hari tanpa prestasi!’ :D Semoga dari SMA ku ini bisa membawa aku ke PTN impian dan menjadi orang sukses amin :3


21 comments:

  1. Menurut gua rakyat Indo belum bisa dikasih kebebasan melalui demokrasi. Karena udah terjajah sekian lama, mental kita tuh masih mental terjajah, sekali dikasih kebebasan malah jadi semena-mena.

    Contoh paling gampang ya perdebatan soal tanggal mulai puasa kemarin di TV. Coba liat waktu jaman Orba, pemerintah yg nentuin tanggal, semua rakyat nurut. Sekarang? Semua pihak ingin kemauannya dituruti, mereka punya kepentingan masing2, dan ga ada kata musyawarah untuk mufakat.

    Dengan memberikan kebebasan, pemerintah malah terlihat semakin lemah dan tidak berwibawa di mata rakyat. Jaman dulu mana ada kasus pengrusakan oleh FPI terhadap warung2 yg buka di saat puasa. Pemerintah tidak mampu bertindak apa2, bagaikan macan yg nggak ada taring.

    Indonesia butuh seorang pemimpin yg hebat...dan juga diktator. Kalo dikasih tau ga mau nurut, ya udah saatnya pemerintah menurunkan kekuatan militer...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, tapi kalau dilihat dari sisi negatif terus juga nanti justru susah maju :) seharusnya sebagai anak muda, kita harus berpikir postif dan berusaha melakukan sesuatu tuk negara kita nanti :)

      kalau untuk perbedaan puasa, saya nggak bisa comment ya maaf :)

      kita memang berharap mendapatkan pemimpin yang hebat. tentu kita semua mau itu. tapi, menjadi seorang pemimpin itu juga nggak semudah yang dibayangin menurutku. karna, mengatur diri sendiri saja sudah susah apalagi mengatur negara. jadi ya menurut saya, kurang pantas bila kita hanya bisa mengkritik pemerintah :)

      hehe tapi trimakasih opininya :)

      Delete
  2. aaaa... i dah 21 tp blom mengundi lg. haha :p

    ReplyDelete
  3. nice!
    jangan lupa mampir ke http://bastiansputra.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. nah kalo dipercaya tapi ada yang korupsi gitu gimana?

    ReplyDelete
  5. Anonymous1:03 PM

    setuju ma yg diatas ane ^

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini pertanyaan yang ditunggu!:) kalian kritis yah :3 haha
      jujur aja, aku juga sempet mikir gitu. thats why aku kasih tips tuk membenahkan diri sendiri dulu sebelum mengatur lainnya :) lagipula kalau orang udah mikir negatif duluan seperti "wah percuma nih milih wakil rakyat tapi ntar juga duit ku bakal dikorupsi" ya pasti bakal kejadian beneran karna sebenernya bukan hanya pemerintahnya yang harus diubah tapi mindset rakyat juga harus diubah :)
      hehe tapi trimakasih opini nya :)

      -comment balasan ini merupakan pendapat saya dan teman dekat saya @anaprasetio ;)-

      Delete
    2. nah kalo misdset rakyat dirubah, tapi kalo tetep korupsi gitu gimana?

      misdset rakyat ngikutin pemerintah, kalo pemerintahnya bagus udah pasti pemikiran rakyat bagus juga.. gitu sih

      Delete
    3. hehe kembali ke tips nya itu tadi sebelum mereka mau jadi pemimpin sebenernya ._. hmm susah juga nih kalau selalu mencari kesalahan pemerintah dan berpikiran negatif :( *angkat tangan*

      jujur aja ini juga alasan kenapa menurutku politik itu ribet. aku nggak begitu suka politik sebenernya, tapi kalau terlalu acuh sama politik kok malah jadi kayak acuh sama bangsa sendiri ._.v hehe akan dibahas lain waktu ya :)

      Delete
  6. Sekarang demokrasi da lebih bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya gimana? udah lebih bagus kah maksudnya? :)

      Delete
  7. bener kata bang kepen. gue juga jadi teringat perkataan dosen komunikasi politik gue. kalo rakyat Indonesia ini mentalnya harus dipimpin sama diktator. namun ya jangan yang selebay si soeharto.

    contoh kecilnya aja nih ya. kalo diajar sama guru/dosen yang lemah lembut, murah hati dalam memberikan nilai, pokonya baik deh. nah biasanya guru/dosen macem gini malah disepelein sm murid2/mahasiswa. mereka jadi males, masa bodo teuing, dll. pikiran mereka "ah dosen/gurunya baik ini. palingan nilai gue nanti dikasi bagus. paling kalo telat didiemin. santay aja"

    coba kalo dosen/guru nya diktator. beuh disiplin abis yg ada murid/mahasiswanya x)

    contoh kecilnya sih gt. mental org Indo emang gini, musti didiktatorin. ya asal ada kebebasannya dikit lah.

    kalo sekarang mah demokrasinya kebablasan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah gitu ya kah? hehe aku juga baru belajar begituan :p tapi aku mencoba tuk berfikir positif :') ehehe tapi makasih udah nyempetin mampir dan kasih pendapat kak pinaaa :B

      Delete
  8. Wahh berbagi ilmu nih , belajar dari pengalaman orang lain , thanks infonya ya :)

    ReplyDelete
  9. tapi sayang beribu sayang, pemimpin jaman sekarang telah mengindahkan nilai dan prinsip demokrasi ke tempat yang sangat buruk.

    ReplyDelete
  10. Terimakasih informasi nya gan, sangat bermanfaat nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    ReplyDelete
  11. Wina, kapan posting lagiii :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah ada yang baru ko :B ehehe

      Delete
  12. nice info sob. izin nyimak isi blog sekalian follow blog.
    kl Sobat ga keberatan d tunggu follbacknya.
    makasih sob sukses selalu...

    ReplyDelete
  13. sukses terus buat blognya.. ><

    ReplyDelete
  14. nah saya baru mau mulai mos nih ,,haha

    ReplyDelete

Silahkan berbagi pendapat atau sharing disini :) Tempat comment ini hanya di khususkan untuk membicarakan seputar postingan yang saya tulis. Hal selain itu bisa ditulis lewat cbox :) Terimakasih :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...